Menurut mayoritas pilot, Takeoff dan Landing adalah aspek yang paling berbahaya penerbangan. Namun, beberapa kondisi yang berisiko daripada yang lain tetapi tampaknya bahwa semua puncak gunung, tebing wajah, pantai yang penuh sesak, dan jalan utama di daftar kami, belum berhasil mencegah pilot pemberani yang menavigasi mereka setiap hari.

Karena topik bencana maskapai mematikan telah tertutup sebelumnya, mari kita lihat sekarang di bandara yang paling ekstrim dan berbahaya di seluruh dunia. Kencangkan sabuk pengaman Anda:

10. Juancho E. Yrausquin Airport
      Saba Island

Juancho E. Yrausquin Airport adalah satu-satunya airport pulau Saba di kepulauan Karibia. Aiport ini sangat terkenal dengan bagaimana cara pesawat dapat take off dari landasan.

Yrausquin Airport memiliki porsi yang besar dalam melayani penerbangan di pulau Saba. Beberapa pakar penerbangan memiliki opini bahwa airport ini merupakan salah satu airport paling berbahaya di dunia walaupun tidak ada tragedi besar yang terjadi di sini. Di ujung landasan terdapat huruf X besar yang menandakan bahwa airport ini tidak untuk penerbangan komersial.

Bahaya datang dari kondisi geografis dari airport itu sendiri, di satu sisi bukit yang tinggi dan dikedua ujung landasan terdapat jurang yang langsung menuju lautan. Sangat berbahaya bagi pesawat dengan kemungkinan tidak dapat mendarat karena menabrak jurang atau kurang tenaga untuk take off yang menyebabkan jatuh ke jurang juga.

9. Qamdo Bamda Airport
    Tibet

Qamdo Bamda Airport. Adalah bandara tertinggi di dunia dan juga dikenal dengan nama Changdu Bangda Airport, terletak in Bamda, Qamdo, Tibet, China. Bandara tertinggi di dunia ini mempunyai elevasi 4.334 meter (14.219 kaki). Bandara ini juga mempunyai runway terpanjang di dunia sepanjang 5.500 meter.


Kenapa runway nya panjang ?
karena rendahnya kerapatan udara di ketinggian ini membuat ketinggian lepas landas lebih tinggi dari biasanya dan pesawat perlu mendarat dengan kecepatan udara yang presisi, nah makannya dibuatlah runway yang panjang. Selain itu, mesin pesawat menghasilkan dorongan yang lebih sedikit pada saat dimana elevasi lebih tinggi dari permukaan laut terdekat.


Perjalanan ke bandara ini memakan waktu 2,5 jam dengan jalan gunung dari ibukota Qamdo melewati jalan pegunungan. Perjalanan panjang ini dikarenakan tidak adanya tanah datar dekat kota yang tersedia untuk membangun bandara. Sebelum pesawat mendarat, penumpang yang datang ke airport ini selalu diperingatkan untuk bergerak lambat dalam meninggalkan pesawat karena mereka umumnya akan merasa pusing karena tipisnya udara.

8. Gustaf III Airport
    Saint Barthélemy


Bandar Udara Gustaf III juga dikenal sebagai Bandar Udara Saint Barthélemy atau Bandar Udara St. Jean (bahasa Perancis: Aérodrome de St Jean[2]), adalah bandar udara untuk umum yang berlokasi di desa St. Jean di sebuah pulau karibia bernama Saint-Barthélemy. Baik bandara maupun kota terbesar pulau ini Gustavia Diberi nama sesuai dengan nama Raja Gustav III dari Swedia, yang memimpin saat Swedia membeli pulau dari Prancis pada tahun 1785 (kemudian dijual kembali pada tahun 1878).

Tahun 1984, Menteri komunikasi Swedia, Hans Gustafsson, meresmukan bangunan terminal dari Bandar Udara Gustaf III.

Penduduk lokal St. Barthians dapat datang dan meninggalkan pulau mulai pukul 8:00 pagi hari hingga hari gelap pada pukul 18:00, saat bandara ditutup. St. Barthians mengalami masalah karena adanya kekurangan pencahayaan bandara untuk keperluan darurat. Resiko ini dikhawatirkan meningkat karena lalu lintas penerbangan menuju pulau yang semakin berkembang.

Bandara ini dilayani oleh pesawat komersial regional kecil dan charter. Sebagian besar pesawat yang datang membawa penumpang kurang dari dua puluh orang, seperti pesawat Twin Otter, yang paling sering terlihat di sekitar Saint Barth dan di sekitar bagian utara Hindia Barat. Landasan pacu pendek berada di tanah yang agak miring dan berakhir langsung di pantai. Saat datang pesawat harus menukik cukup tajam untuk melewati bukit di ujung landasan pacu dan pesawat yang meninggalkan bandara harus berhadapan dengan wisatawan yang berjemur di pantai (meskipun terdapat rambu kecil yang menyarankan orang tidak berjemur tepat di ujung landasan pacu). Bandara ini berlokasi di kota terbesar kedua di pulau ini, St. Jean.

Program The History Channel Most Extreme Airports, meletakkan bandara Gustaf III, yang sering disebut sebagai "St. Barth's", sebagai bandar udara ketiga paling berbahaya di dunia.

7. Ice Runway
    Antarctica

Landasan pacu ini dibangun untuk mencukupi kebutuhan peneliti di Stasiun McMurdo, Antartika. Sesuai namanya, tak ada beton di sana. Hanya ada sejalur es dan salju yang panjang dan terawat. Meski demikian, karena medannya luas dan datar, sebuah pesawat Hercules dapat mendarat di sini. Yang perlu diperhatikan adalah memastikan bahwa lapisan es cukup tebal dan kuat untuk menahan beban pesawat beserta rodanya agar tidak terjebak di salju.

6. Courchevel Airport
    Prancis



Bandara ini dibangun untuk melayani kunjungan ke resor ski di Courchevel, Perancis. Namun, panjang landasan yang hanya 580 meter ditambah adanya sebuah bukit di tengah landasan, membuat hanya pilot bersertifikat khusus saja yang boleh menerbangkan pesawat dan mendarat di sana.

5. Bandara Barra International
    Scotlandia



Airport ini merupakan airport satu-satunya di dunia yang memakai pantai sebagai landasannya. Bila anda ingin mengunjunginya, anda bisa memesan British airways yang melayani jalur ke Barra dari Glasgow atau Benbecula.

Airport ini dipenuhi air waktu pasang tiba dan bila anda datang pada sore menjelang malam hari, anda mungkin menemukan beberapa mobil diparkir dengan lampu yang menyala untuk membantu pilot.

4. Bandara Toncontin International
    Honduras




Ternyata Brasil bukanlah satu-satunya negara di Benua Amerika yang memiliki bandara terburuk di dunia. Jika berlibur ke Honduras, Anda akan disambut dengan fasilitas bandara yang mengerikan. Hiiiy!

Jangan kaget begitu mendarat di bandara Toncotin-Internastional, Tegucigalpa, Honduras. Suasana yang tergambarkan pertama kali adalah kotor dan berantakan. Bandara ini memiliki kursi tunggu penumpang yang tidak nyaman dan sedikit. Lantainya yang kotor tak jarang menimbulkan rasa jijik bagi yang melihatnya. Lebih dari itu, landasan pacunya pun bergelombang. Tak heran jika bandara ini dijuluki sebagai salah satu bandara paling berbahaya di dunia.

3. Bandara Tenzing-Hillary 
    Nepal


Gunung yang tinggi di satu sisi dan jurang ribuan meter di sisi yang lain. Airport ini terletak di ketinggian 2900 meter dari permukaan laut, jadi hampir tidak ada kekuatan yang cukup untuk tinggal landas

Tenzing-Hillary Airport adalah airport kecil di kota Lukla di timur Nepal. Pada bulan Januari 2008, pemerintahan Nepal mengumumkan bahwa airport tersebut akan diganti namanya menjadi Airport Sir Edmund Hillary, orang pertama kalia yang berhasil mencapai puncak everest. Airport ini sendiri cukup populer karena banyak yang menggunakannya sebagai titik awal pendakian puncak Everest

2. Bandara Madeira
    Portugal


Madeira Airport dikenal juga sebagai Funchal Airport atau juga Santa Catarina Airport. Airport ini merupakan airport internasional yang berlokasi di dekat kota Funchal, Madeira. Airport ini mengontrol lalu lintas pesawat baik domestik maupun internasional dari kepulauaan Madeira

Airport ini pernah tidak disukai karena runway yand pendek dan dikelilingi gunung dan lautan luas, hal ini membuat proses take off dan landing sangat sulit bahkan untuk pilot profesional sekalipun. Panjang runway aslinya hanya 1,4 kilometer tetapi ditambah lagi 400 meter setelah terjadi kecelakaan pada tahun 1977. Kemudian pada tahun 2003 airport ini dibangun kembali dengan panjang runway yang ditingkatkan hampir dua kali lipatnya di atas laut dengan menggunakan balok-balok penahan beban setinggi 70 meter.

1. Gibraltar Airport
    Gibraltar


Gibraltar merupakan daerah yang termasuk wilayah Inggris merki berada di antara Maroko dan Spanyol. Keunikan bandara ini adalah, sebuah jalan raya yang ramai yaitu, Winston Churchill Avenue, memotong landasan pacu. Sebagai sarana keamanan, hanya ada sebuah pintu pengaman (portal) yang menutup tiap kali ada pesawat yang akan terbang atau mendarat. Hal ini adalah konsekuensi dari wilayah Gibraltar yang sangat kecil dan ramai.

 
Top